Sabtu, 11 April 2009

MR. Ghost Chapt 9-part 2

"huuh... kenapa aku harus melakukan ini?! Menyebalkan sekali!" ujar Luna kesal sambil mengayunkan gagang pel yang ia pegang untuk membersihkan koridoor sekolahnya.
"sudah, jangan mengeluh terus! Lebih baik kerjakan saja hukuman dari sensei. Lagipula ini gara-gara kesalahan kita, kan?" jawab Auel enteng.
Mendengar perkataan Auel, Luna pun langsung menatap Auel sambil meruncingkan matanya.
"ke... kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Auel saat melihat Luna menatapnya dengan tatapan membunuh.
"KITA??? KITA??? Maksudnya ini semua kesalahanmu, kan???!" ujar Luna sambil menuding-nuding gagang pel-pelan kewajah Auel.
"apa?! Kenapa, ini semua jadi salahku??!" jawab Auel.
"tentu saja ini semua salah mu! Kalau aku tidak menuruti kata-katamu untuk memanjat pagar, aku pasti tidak akan dihukum seperti ini!"
"heh, enak saja kau bilang kalau aku menyuruhmu memanjat.... Ya.... Baiklah aku memang menyuruhmu memanjat pagar, tapi aku kan tidak memaksamu untuk mengikutiku!" kelak Auel.
"masih saja mau mengelak!" ujar Luna.
"siapa yang mengelak?!" Auel tidak mau kalah.
Mereka saling beradu pandang sejenak, lalu saling membuang muka.
"menyebalkan, kenapa akhirnya selalu saja bertengkar!" ujar Auel dalam hati.
Padahal tadinya, Auel mengira dengan adanya hukuman ini dia dan Luna bisa lebih akrab. Ya... Paling tidak dia bisa mengutarakan apa yang selama ini ada dihatinya.
"Tapi... Kalau sepertinya tidak akan pernah bisa" pikirnya.
"aku akan keatap dulu" ujar Luna. Auelpun menoleh pada Luna.
"keatap? Mau apa kamu keatap?" tanyanya.
"hanya cari udara segar. Kau mau ikut?" tanya Luna.
"eh? Lalu, bagaimana dengan hukumannya?" Auel tampak bingung.
"biarkan saja dulu! Lagipula, kita masih punya waktu sampai pulang sekolah, kan" jawab Luna sambil beranjak pergi.
Auel pun mengikuti langkah Luna.

==========***==========

WUSS!!!
Angin langsung menyentuh wajah Luna saat ia sampai diatap sekolahnya itu. Sunyi, itu yang Luna rasakan pertama kali saat ia melangkah disana. Tidak ada suara berisik para siswa, ya tidak ada pun. Yang ada ada suara kicauan burung, dan suara siswa yang sedang berolahraga dilapangan. Itupun tidak begitu terdengar dari atas sana. Dan hal itulah yang Luna suka dari tempat itu.
"sejuk sekali disini" ujar Auel tiba-tiba.
Luna pun menoleh. "kau? Kupikir kau tidak mau kesini"
"aku kan daritadi mengikutimu sampai kesini, apa kamu tidak sadar?" tanya Auel.
"masa? Aku tidak tahu..." jawab Luna.
"dasar!" dengus Auel kesal.
Luna pun tersenyum. Ia lalu berjalan ketengah atap. Dirasakannya, angin bertiup menerpa tubuhnya dan menerbangkan sebagian rambutnya.
"kau sering kesini ya?" tanya Auel.
"tidak terlalu sering. Tapi, setiap aku kesini... Pasti selalu merasa nyaman" jawab Luna.
Auel diam sambil menatap Luna dari belakang. Dilihatnya, Luna merentangkan kedua tangannya lalu menutup kedua matanya. Membiarkan angin menyentuh semua bagian tubuhnya. Saat itu, Auel pun tersenyum.
"Luna..." panggilnya.
Luna pun menoleh. "ya?"
Auel diam sejenak. Ia ingin mengatakan sesuatu pada Luna, tapi entah kenapa ia merasa tidak enak.
"ada apa?" tanya Luna.
"anu... ng... itu..." Auel nampak tergagap.
"kenapa?" Luna tampak tidak mengerti.
"ng....apa... warnanya putih?" ujar Auel pelan.
BLUSH!!! Wajah Luna langsung merah saat mendengar kata-kata Auel.
"a... apa maksudmu?" tanya Luna.
"ummm.... begini... Tadi waktu angin berhembus dan menerbangkan rambutmu... sebenarnya... rok mu itu juga ikut terangkat..... dan aku.... tidak sengaja melihatnya" jawab Auel sambil cengar-cengir.
"jadi... coba katakan, apa yang kulihat itu benar?" ujar Auel sekali lagi.
Wajah Luna makin merah saat mendengar kata-kata Auel.
"wah... ternyata benar ya?"
"kau ini!!!" Luna berusaha mencekik Auel saat Auel bicara seperti itu. Tapi, Auel dapat menghindar.
"he... heii.... kau kan tidak perlu marah seperti itu, aku kan tidak sengaja" bela Auel.
"tidak peduli!" Luna berlari mengejar Auel.
Auel pun langsung berlari menghindari Luna.
(Author : duuh! Kok jadi pada main kejar-kejaran gini siih....?^^a)
Auel berlari menuruni tangga dengan cepat. Ia masih berusaha kabur dari Luna. Namun, Luna tidak membiarkan Auel kabur. Lunapun berlari menuruni tangga dan menarik lengan baju Auel untuk menahannya. Namun, Auel melepaskan tangan Luna dari lengan bajunya dan membuat Luna hampir jatuh. Untung Auel dengan sigap menangkap tubuh Luna. Tapi, karena saat itu mereka ada ditangga, mereka berdua pun jatuh kelantai.
Namun...
(duuh, dichapt nii kok Author banyak banget pake kata 'Namun' ya?)
mereka terjatuh pada posisi yang salah!
Auel dibawah, sedangkan Luna jatuh diatas tubuh Auel.
DEG!!! Saat itu jantung Luna berdetak cepat. Bukan hanya karena ia terjatuh diatas tubuh Auel, tapi juga karena ia baru sadar kalau saat itu wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajah Auel!!!
==========***==========


to be continued dulu deh...(~_~)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thx vo visiting my blog ne...^^