Stellar masih duduk dikursinya. Menunggu Sensei kembali dari ruangannya. Iya, sudah setengah jam yang lalu, Sensei meninggalkan kelas bersama Auel dan Luna. Karena mereka datang terlambat, makanya Sensei menyuruhnya keruangan untuk diberikan hukuman. Tapi, harusnya tidak selama ini kan?
Stellar pun menoleh kearah Shinn yang sedang asyik bercanda dengan Sting. Ya, karena sensei keluar terlalu lama makanya semua siswa jadi ribut.
Stellar pun berjalan menghampiri kekasihnya itu dan duduk tepat disebelahnya.
"Shinn, tadi itu kau keterlaluan sekali!" ujar Stellar sambil mengambil tempat duduk disamping Shinn.
"membuat Auel dan Luna mendapat hukuman, kasihan kan mereka!" sambungnya.
Shinn dan Sting pun menoleh pada Stellar.
"eh??? Tidak apa-apa kan. Hanya sekali-sekali" jawab Sting sambil memainkan pulpennya diatas meja.
"tidak apa-apa Stellar. Lagipula, sebenarnya tadi itu kami sengaja membuat mereka dapat hukuman." ujar Shinn pada Stellar.
Stellar pun tampak tidak mengerti dengan kata-kata Shinn.
"sengaja? Apa maksudnya?" ujar Stellar.
Shinn dan Sting pun tersenyum bersamaan.
"alah! Kau pasti kau mengerti maksud kami. Dengan membuat Auel dan Luna dihukum, mereka pasti punya waktu luang berdua" jelas Sting.
Berdua?
Oh, iya, berdua. Stellar hampir melupakan hal itu.
"Auel dan Luna itu, menurutku mereka berdua itu serasi" ujar Sting sambil bersandar dibangkunya.
"iya, tapi sayang mereka tidak mau jujur" sambung Shinn.
Stellar hanya diam mendengar kata-kata Shinn dan Sting itu.
Iya, sebenarnya dia sudah tau, bahwa sebenarnya Auel, temannya yang berambut biru itu sudah lama menyimpan rasa pada Luna. Tingkah Auel yang berubah menjadi menjengkelkan jika ada didepan Luna. Itu membuat perasaan Auel mudah ditebak. Tapi, entah kenapa setiap Stellar bertanya tentang hal itu, Auel selalu mengelak dan mengganti topik pembicaraan. Luna juga sama saja. Stellar juga sebenarnya tau kalau Luna juga suka pada Auel. Mata Luna yang selalu berkeliling mencari Auel jika Auel tidak ada, ataupun diam-diam melirik pada Auel saat Auel ada didekatnya. Itu jelas sekali!
Tapi kenapa mereka berdua tidak mau jujur! Itu membuat Stellar merasa jengkel sendiri.
"karena itu... kami sepakat menjalankan 'itu'" ujar Sting pada Stellar.
"...'itu'... Kalian..." Stellar mengulang ucapan Sting.
"iya. 'ITU' masa kau tidak mengerti? Padahal, kau sendiri yang mengusulkan 'itu' kan?" Jawab Sting sambil menekan nada suaranya pada kata 'ITU'.
"...'itu'...??? " Stellar mengulangi lagi perkataan Sting.
"iya, 'itu'!!! Kau benar-benar mau menjalankan 'itu', kan?" ujar Shinn sambil memegang pundak Stellar.
"...'itu'.... Jangan-jangan...." Stellar menatap wajah Shinn dan Sting bergantian. Dilihatnya wajah Shinn dan Sting yang tampak yakin itu pun mengangguk padanya. Dan, sedetik kemudian Stellar tersenyum lebar.
"jadi kalian setuju!!! Waaaa.... Aku senang sekali!!!" ujar Stellar sambil meloncat, lalu dengan spontan memeluk Shinn dan Sting bersamaan.
"terima kasih banyak!!!" ujarnya pada Shinn dan Sting.
===>>>
"Aku... minta maaf..." ujar Luna pelan.
Ia menunduk, tidak berani menatap wajah Auel karena wajahnya saat itu berubah merah.
"tidak apa-apa... aku yang harusnya, minta maaf..." jawab Auel pelan. Sama halnya dengan Luna, ia juga sama sekali tidak berani menatap wajah Luna karena wajahnya juga merah-meski tidak semerah wajah Luna-.
Mereka berdua duduk berlawan arah, ditengah koridoor yang sepi. Mereka hanya diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing.
Padahal, beberapa menit yang lalu mereka saling berlari berkejaran, hingga mereka berdua terjatuh. Jatuh dalam posisi yang sama sekali salah!
Luna pun sibuk mengatur detak jantungnya karena saat itu, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. "kenapa... Jadi begini..." ujar Luna dalam hati sambil masih berusaha mengatur detak jantungnya.
Auel setengah menoleh pada Luna. Dilihatnya Luna sedang memegang dadanya sambil mengatur nafasnya.
"heii, kau tidak apa-apa?" tanya Auel.
Luna yang merasa ditanya pun menoleh pada Auel dan menjawab, "eh??? Tidak, aku tidak apa-apa!"
"apa benar tidak apa-apa?" Auel bertanya sekali lagi.
"sungguh, tidak apa-apa!" ujar Luna tegas. Ia berusaha meyakinkan Auel bahwa dirinya tidak apa-apa.
Auel pun hanya menjawab dengan kata 'O'.
Senin, 27 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

akhir.yaa!!!XD
BalasHapusharu uda nunggu nih~~^^
tapi "itu" apa sih??
*bingung*