Senin, 27 April 2009

CHAPT 9-PART 3

Stellar masih duduk dikursinya. Menunggu Sensei kembali dari ruangannya. Iya, sudah setengah jam yang lalu, Sensei meninggalkan kelas bersama Auel dan Luna. Karena mereka datang terlambat, makanya Sensei menyuruhnya keruangan untuk diberikan hukuman. Tapi, harusnya tidak selama ini kan?
Stellar pun menoleh kearah Shinn yang sedang asyik bercanda dengan Sting. Ya, karena sensei keluar terlalu lama makanya semua siswa jadi ribut.
Stellar pun berjalan menghampiri kekasihnya itu dan duduk tepat disebelahnya.
"Shinn, tadi itu kau keterlaluan sekali!" ujar Stellar sambil mengambil tempat duduk disamping Shinn.
"membuat Auel dan Luna mendapat hukuman, kasihan kan mereka!" sambungnya.
Shinn dan Sting pun menoleh pada Stellar.
"eh??? Tidak apa-apa kan. Hanya sekali-sekali" jawab Sting sambil memainkan pulpennya diatas meja.
"tidak apa-apa Stellar. Lagipula, sebenarnya tadi itu kami sengaja membuat mereka dapat hukuman." ujar Shinn pada Stellar.
Stellar pun tampak tidak mengerti dengan kata-kata Shinn.
"sengaja? Apa maksudnya?" ujar Stellar.
Shinn dan Sting pun tersenyum bersamaan.
"alah! Kau pasti kau mengerti maksud kami. Dengan membuat Auel dan Luna dihukum, mereka pasti punya waktu luang berdua" jelas Sting.
Berdua?
Oh, iya, berdua. Stellar hampir melupakan hal itu.
"Auel dan Luna itu, menurutku mereka berdua itu serasi" ujar Sting sambil bersandar dibangkunya.
"iya, tapi sayang mereka tidak mau jujur" sambung Shinn.
Stellar hanya diam mendengar kata-kata Shinn dan Sting itu.
Iya, sebenarnya dia sudah tau, bahwa sebenarnya Auel, temannya yang berambut biru itu sudah lama menyimpan rasa pada Luna. Tingkah Auel yang berubah menjadi menjengkelkan jika ada didepan Luna. Itu membuat perasaan Auel mudah ditebak. Tapi, entah kenapa setiap Stellar bertanya tentang hal itu, Auel selalu mengelak dan mengganti topik pembicaraan. Luna juga sama saja. Stellar juga sebenarnya tau kalau Luna juga suka pada Auel. Mata Luna yang selalu berkeliling mencari Auel jika Auel tidak ada, ataupun diam-diam melirik pada Auel saat Auel ada didekatnya. Itu jelas sekali!
Tapi kenapa mereka berdua tidak mau jujur! Itu membuat Stellar merasa jengkel sendiri.
"karena itu... kami sepakat menjalankan 'itu'" ujar Sting pada Stellar.
"...'itu'... Kalian..." Stellar mengulang ucapan Sting.
"iya. 'ITU' masa kau tidak mengerti? Padahal, kau sendiri yang mengusulkan 'itu' kan?" Jawab Sting sambil menekan nada suaranya pada kata 'ITU'.
"...'itu'...??? " Stellar mengulangi lagi perkataan Sting.
"iya, 'itu'!!! Kau benar-benar mau menjalankan 'itu', kan?" ujar Shinn sambil memegang pundak Stellar.
"...'itu'.... Jangan-jangan...." Stellar menatap wajah Shinn dan Sting bergantian. Dilihatnya wajah Shinn dan Sting yang tampak yakin itu pun mengangguk padanya. Dan, sedetik kemudian Stellar tersenyum lebar.
"jadi kalian setuju!!! Waaaa.... Aku senang sekali!!!" ujar Stellar sambil meloncat, lalu dengan spontan memeluk Shinn dan Sting bersamaan.
"terima kasih banyak!!!" ujarnya pada Shinn dan Sting.

===>>>

"Aku... minta maaf..." ujar Luna pelan.
Ia menunduk, tidak berani menatap wajah Auel karena wajahnya saat itu berubah merah.
"tidak apa-apa... aku yang harusnya, minta maaf..." jawab Auel pelan. Sama halnya dengan Luna, ia juga sama sekali tidak berani menatap wajah Luna karena wajahnya juga merah-meski tidak semerah wajah Luna-.
Mereka berdua duduk berlawan arah, ditengah koridoor yang sepi. Mereka hanya diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing.
Padahal, beberapa menit yang lalu mereka saling berlari berkejaran, hingga mereka berdua terjatuh. Jatuh dalam posisi yang sama sekali salah!
Luna pun sibuk mengatur detak jantungnya karena saat itu, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. "kenapa... Jadi begini..." ujar Luna dalam hati sambil masih berusaha mengatur detak jantungnya.
Auel setengah menoleh pada Luna. Dilihatnya Luna sedang memegang dadanya sambil mengatur nafasnya.
"heii, kau tidak apa-apa?" tanya Auel.
Luna yang merasa ditanya pun menoleh pada Auel dan menjawab, "eh??? Tidak, aku tidak apa-apa!"
"apa benar tidak apa-apa?" Auel bertanya sekali lagi.
"sungguh, tidak apa-apa!" ujar Luna tegas. Ia berusaha meyakinkan Auel bahwa dirinya tidak apa-apa.
Auel pun hanya menjawab dengan kata 'O'.

Sabtu, 11 April 2009

MR. Ghost Chapt 9-part 2

"huuh... kenapa aku harus melakukan ini?! Menyebalkan sekali!" ujar Luna kesal sambil mengayunkan gagang pel yang ia pegang untuk membersihkan koridoor sekolahnya.
"sudah, jangan mengeluh terus! Lebih baik kerjakan saja hukuman dari sensei. Lagipula ini gara-gara kesalahan kita, kan?" jawab Auel enteng.
Mendengar perkataan Auel, Luna pun langsung menatap Auel sambil meruncingkan matanya.
"ke... kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Auel saat melihat Luna menatapnya dengan tatapan membunuh.
"KITA??? KITA??? Maksudnya ini semua kesalahanmu, kan???!" ujar Luna sambil menuding-nuding gagang pel-pelan kewajah Auel.
"apa?! Kenapa, ini semua jadi salahku??!" jawab Auel.
"tentu saja ini semua salah mu! Kalau aku tidak menuruti kata-katamu untuk memanjat pagar, aku pasti tidak akan dihukum seperti ini!"
"heh, enak saja kau bilang kalau aku menyuruhmu memanjat.... Ya.... Baiklah aku memang menyuruhmu memanjat pagar, tapi aku kan tidak memaksamu untuk mengikutiku!" kelak Auel.
"masih saja mau mengelak!" ujar Luna.
"siapa yang mengelak?!" Auel tidak mau kalah.
Mereka saling beradu pandang sejenak, lalu saling membuang muka.
"menyebalkan, kenapa akhirnya selalu saja bertengkar!" ujar Auel dalam hati.
Padahal tadinya, Auel mengira dengan adanya hukuman ini dia dan Luna bisa lebih akrab. Ya... Paling tidak dia bisa mengutarakan apa yang selama ini ada dihatinya.
"Tapi... Kalau sepertinya tidak akan pernah bisa" pikirnya.
"aku akan keatap dulu" ujar Luna. Auelpun menoleh pada Luna.
"keatap? Mau apa kamu keatap?" tanyanya.
"hanya cari udara segar. Kau mau ikut?" tanya Luna.
"eh? Lalu, bagaimana dengan hukumannya?" Auel tampak bingung.
"biarkan saja dulu! Lagipula, kita masih punya waktu sampai pulang sekolah, kan" jawab Luna sambil beranjak pergi.
Auel pun mengikuti langkah Luna.

==========***==========

WUSS!!!
Angin langsung menyentuh wajah Luna saat ia sampai diatap sekolahnya itu. Sunyi, itu yang Luna rasakan pertama kali saat ia melangkah disana. Tidak ada suara berisik para siswa, ya tidak ada pun. Yang ada ada suara kicauan burung, dan suara siswa yang sedang berolahraga dilapangan. Itupun tidak begitu terdengar dari atas sana. Dan hal itulah yang Luna suka dari tempat itu.
"sejuk sekali disini" ujar Auel tiba-tiba.
Luna pun menoleh. "kau? Kupikir kau tidak mau kesini"
"aku kan daritadi mengikutimu sampai kesini, apa kamu tidak sadar?" tanya Auel.
"masa? Aku tidak tahu..." jawab Luna.
"dasar!" dengus Auel kesal.
Luna pun tersenyum. Ia lalu berjalan ketengah atap. Dirasakannya, angin bertiup menerpa tubuhnya dan menerbangkan sebagian rambutnya.
"kau sering kesini ya?" tanya Auel.
"tidak terlalu sering. Tapi, setiap aku kesini... Pasti selalu merasa nyaman" jawab Luna.
Auel diam sambil menatap Luna dari belakang. Dilihatnya, Luna merentangkan kedua tangannya lalu menutup kedua matanya. Membiarkan angin menyentuh semua bagian tubuhnya. Saat itu, Auel pun tersenyum.
"Luna..." panggilnya.
Luna pun menoleh. "ya?"
Auel diam sejenak. Ia ingin mengatakan sesuatu pada Luna, tapi entah kenapa ia merasa tidak enak.
"ada apa?" tanya Luna.
"anu... ng... itu..." Auel nampak tergagap.
"kenapa?" Luna tampak tidak mengerti.
"ng....apa... warnanya putih?" ujar Auel pelan.
BLUSH!!! Wajah Luna langsung merah saat mendengar kata-kata Auel.
"a... apa maksudmu?" tanya Luna.
"ummm.... begini... Tadi waktu angin berhembus dan menerbangkan rambutmu... sebenarnya... rok mu itu juga ikut terangkat..... dan aku.... tidak sengaja melihatnya" jawab Auel sambil cengar-cengir.
"jadi... coba katakan, apa yang kulihat itu benar?" ujar Auel sekali lagi.
Wajah Luna makin merah saat mendengar kata-kata Auel.
"wah... ternyata benar ya?"
"kau ini!!!" Luna berusaha mencekik Auel saat Auel bicara seperti itu. Tapi, Auel dapat menghindar.
"he... heii.... kau kan tidak perlu marah seperti itu, aku kan tidak sengaja" bela Auel.
"tidak peduli!" Luna berlari mengejar Auel.
Auel pun langsung berlari menghindari Luna.
(Author : duuh! Kok jadi pada main kejar-kejaran gini siih....?^^a)
Auel berlari menuruni tangga dengan cepat. Ia masih berusaha kabur dari Luna. Namun, Luna tidak membiarkan Auel kabur. Lunapun berlari menuruni tangga dan menarik lengan baju Auel untuk menahannya. Namun, Auel melepaskan tangan Luna dari lengan bajunya dan membuat Luna hampir jatuh. Untung Auel dengan sigap menangkap tubuh Luna. Tapi, karena saat itu mereka ada ditangga, mereka berdua pun jatuh kelantai.
Namun...
(duuh, dichapt nii kok Author banyak banget pake kata 'Namun' ya?)
mereka terjatuh pada posisi yang salah!
Auel dibawah, sedangkan Luna jatuh diatas tubuh Auel.
DEG!!! Saat itu jantung Luna berdetak cepat. Bukan hanya karena ia terjatuh diatas tubuh Auel, tapi juga karena ia baru sadar kalau saat itu wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajah Auel!!!
==========***==========


to be continued dulu deh...(~_~)

MR. GHOST CAPT 9(real chapt)

Luna dan Auel berjalan berdampingan dibelakang sensei. Saat itu Luna merasa bahwa sensei sangat marah saat itu. Ya, bagaimana tidak?
Auel dan Luna sudah terlambat hampir satu jam pelajaran, memanjat pagar untuk masuk, belum lagi mereka diam-diam menyelinap masuk kelas lalu ketahuan. Pasti sensei sangat bingung, hukuman apa yang pantas diberikan untuk mereka berdua?
Luna diam-diam menghembuskan nafasnya panjang.
"kenapa hari ini... Kayaknya aku sial terus..." pikirnya.
"pagi hari jatuh dari tempat tidur, telat masuk, mesti manjat pagar, dikerjain sama Shinn & Sting, sekarang... Mesti dapet hukuman dari sensei???!"
Luna menghembuskan nafasnya sekali lagi.
"sensei akan memberiku hukuman apa ya??? Lari 10km, dijemur seharian dilapangan, atau jangan-jangan sensei akan mengikat kami ditiang bendera lalu meluncurkan kami ke Saturnus dengan roket militer.... Eh???"
imajinasi Luna bermain saat itu.
"uuh.... Tidak mungkin. Masa sensei tega membuangku ke Saturnus! Iya! Tidak mungkin"
pikir Luna sambil menganggukan kepalanya. saat itu entah kenapa Auel langsung menoleh kearah Luna, dan saat itu juga Luna langsung membuang muka. Entah kenapa ia merasa kesal sekali pada Auel.
"baiklah" ucap sensei tiba-tiba.
Auel dan Luna pun menghentikan langkahnya bersamaan. Luna pun menelan ludahnya dalam-dalam berharap semoga hukuman sensei tidak seburuk yang ia pikirkan.
"aku akan memberikan kalian berdua hukuman" ucap sensei tegas.
DEG!!! Jantung Luna berdetak cepat saat mendengar sensei bicara.
"hukuman yang akan aku berikan adalah...."
Luna hampir menutup telinganya.
"kalian pel semua koridoor yang ada dilantai tiga!"
"APAA???!" pekik Luna dan Auel hampir bersamaan saat mendengar kata-kata Sensei.
"iya. Itu hukuman dariku."
"tapi, tapi, tapi sensei! Mengepel semua koridoor yang ada dilantai tiga ini... Apa tidak terlalu berlebihan?" ujar Luna gelagapan.
Tiba-tiba sensei tersenyum pada Luna.
"aah, benar juga!"
Luna tersenyum saat sensei bicara seperti itu. Terbayang dibenaknya keringanan hukuman yang akan diberikan Sensei.
"harusnya hukuman untuk kalian adalah mengepel seluruh koridoor yang ada diseluruh sekolah ini" lanjut sensei.
"haaah??!" Luna dan Auel kaget mendengar kata-kata sensei.
"tapi sensei... Maksudku bukan begitu..." Luna mencoba menjelaskan maksud perkataannya namun sensei tidak mau mendengarnya. Ia malah berjalan meninggalkan Auel dan Luna.
"ii... Waw, kita disuruh ngepel semua koridoor disekolah ini." komentar Auel tanpa rasa bersalah.
"diam!!! Kau tidak perlu mengomentarinya!" ujar Luna kesal.
"ok.... ok..... Calm down...."


seperti biasa... Nyambung ke-part 2 ya...^o^/

Kamis, 09 April 2009

A.S.T.U.R.O.B.O.T

A.S.T.U.R.O.B.O.T
by Goodnight Electric

Oh youre so cool
everythings so similar
now that i knew
youre the one its in the tube
go! Dont be scared
i will catch and drive you someday
we will be together
gonna make a million lies
yeah as you know it
its beautiful to make them happy
please drink no more
ill treat you right and say goodnight
how it could be real
let me know and let me be
cause i just wanna be
colorful like you
flourescent red
flourescent blue
flourescent yellow
flourescent green
flourescent orange
flourescent purple
flourescent pink
oh youre so cool
everythings so similar
now that i knew
youre the one its in the tube
go! Dont be scared
i will catch and drive you someday
we will be together
gonna make a million lies

Lagu ganas!!!

Nii dia lagu ganas yang telah membantai diriku!
*Haiah Geje!*
Xp
tapi, ga tau kenapa saia jadi suka ma lagu nii. Enak aja nii lagu kalo didengerin. Lagunya mirip-mirip ma musiknya The Upstairs. Gimana gituh...
Ehehe...

#1
Goodnight Electric

we are so alive
loud in your mind
electronic sight
and you all right
we are in a spot
light and a crowd
through the blockade wave
now you are safe
feeling good
and we move
no interlude
and here we go!
(we wanna make you to come, computer)
(we wanna make you to come, come along)
you're something
high attention
we're lying
on your core
so amazing
sounds and motion
we're dancing
on your shore
'coz you're number one
something in your hair
oh you dont care
flying through the air
not really scared
use your shoes and glue
nothing is true
this is how we do
now you are knew
feeling good
and we move
no interlude
and here we go
feeling good
and we move
no interlude
and now we said
are you good?
And we move
in the mood
and here we go!

Bantai terus..!!! Xp

wkwkwk....
Sesuai dengan judulnya, saia abis membantai sesuatu!
Eeits... Tapi jangan mikir yang aneh-aneh dulu!
Yang saia bantai itu bukan kucing, tikus, ataupun manusia
*amit-amit! Jangan sampe saia tega bantai manusia!*
tapi, yang saia bantai itu lagu #1 by Goodnight Electric
wkwkwk...
Kenapa bisa?
Karena, kemaren saia lagi main Idol Street dan ga tau kenapa ngeliat anak kecil disamping saia yang juga lagi main Idol Street lagi nge-Room, maka saia ikut2an main Room.
Dua lagu pertama saia main Room, saia masih pake lagu yang tingkat Bpm nya masih sedang(sekitar 81-101 Bpm)
tpi, waktu lagu ke-tiga, saia tertantang buat bantai lagu #1 by Goodnight Electric. Kenapa saia tertantang?
Soalnya lagu itu bisa dibilang lagu paling ganas di Idol Street. Gimana gak? Bpm nya aja 172!!!
Tapi, karena waktu itu saia lagi main room jadi saia berani. Toh ga ada orang!
Hehehe...
Dan... Bener aja waktu saia main, yang saia pikirin waktu itu adalah....
"gilee... Ni lagu ganas banget! Jadi tau w kenapa banyak yang takut ma nii lagu!"
sumpah! Stepnya ribet nd cepet, mana lagunya lama pula(lama lagunya sekitar 4 menit 30 detik)!
Waaaa.... Panen Miss!!!
Wkwkwk...
Anak kecil yang ada disamping saia sampe geleng2 kepala waktu ngeliat saia nge-room pake lagu ber bpm 172. Trus dia bilang gini
"ck... ck.... ck.... kakak sih, udah tau lagu ganas pengen dibantai! Yang ada tangannya pegel"
Hehehe...
Saia cuma bisa nyengir kuda waktu denger tu anak kecil ngomong.
Mana tangan pegel, keringet dingin pada keluar, jadi berasa kalo saia yang lagi dibantai ma nii lagu.
Jiah...! Kapok!!! Kapok!!!