Kamis, 19 Februari 2009

Chap 7~PaRT 2

Haiya!!! Chapt ficku kini terpotong jadi beberapa bagian lagi! Saia minta maaf ya.... But still enjoy my fanfic ya.... Jangan lupa dicomment!

MR. Ghost chapt 7 part2

"this the place!" ucap Auel begitu sampai ditempat yang ia maksud. Aiko turun dari sepeda dan menatap tempat yang Auel maksud.
Sebuah taman dengan bunga2 yang bermekaran dan kupu-kupu hinggap. Ada sebuah sungai kecil yang mengalir ditaman itu. "bagus, kan?" ucap Auel. Aiko mengangguk pelan. "its a beautiful place...." ucap Aiko dalam hati. Seperti mimpi saja Auel mengajaknya ketempat seindah itu.
Aiko duduk dibangku yang ada ditaman itu bersama Auel. Mereka saling diam. Hingga terdengar Lagu Journey by Angela Zhang mengalun dari handphone milik Aiko memecah kesunyian diantara mereka. Aiko mengambil handphone yang ada disakunya.
One Message Recevied.
Itulah tulisan yang ada dilayar handphonenya. Aiko pun membuka pesan singkat yang masuk.

From : Luna
Hii... There???

Aiko menatap handphonenya sejenak, lalu menyimpannya disaku. Tidak ada niat Aiko untuk membalas SMS dari Luna.
"kenapa ga dijawab?" tanya Auel saat Aiko menyimpan kembali handphonenya kedalam saku. "eh? Tidak apa... Hanya... Kupikir tidak penting" ucap Aiko. "ouh...." Auel hanya menjawab datar. Mereka kembali diam sejenak.
"ternyata kau ini pendiam sekali, ya?" ucap Auel sekali lagi. Aiko pun hanya tersipu mendengar kata-kata Auel. "iya, banyak yang bilang begitu" Auel pun menyandarkan tubuhnya pada bangku taman. Ia menatap langit sejenak. "Aiko...." panggilnya. Aiko pun menoleh, "ya...". "apa kamu punya seorang yang kamu cintai?" tanya Auel. Wajah Aiko pun langsung merona merah, "ke... Kenapa kamu bertanya seperti itu?" Aiko menjawab pertanyaan Auel dengan pertanyaannya. "nope... Just asking..." Auel menjawab datar. Aiko diam sejenak, "tentu saja... Setiap orang pasti punya seseorang yang amat dicintai kan? Bukan cuma aku... Auel pasti juga punya seseorang yang dicintai kan?" .Auel diam mendengar jawaban Aiko. "ya, aku tau." Auel menghembuskan nafas panjang. Aiko tersenyum mendengar jawaban Auel. "jadi, siapa?" tanya Aiko. "siapa apanya?" Auel tampak tak mengerti. "kau tau kan? Siapa orang yang kau maksud itu? Seseorang yang kau cintai..." jelas Aiko. Auel diam sejenak. "iya... Seseorang..." jawab Auel singkat. "apakah dia cantik?" Aiko bertanya lagi. "kurasa tidak..." Auel menjawab datar lagi.
".....?"
"dia itu tidak cantik, cerewet, dan kalau bertemu denganku pasti, selalu bertengkar! Tidak tau kenapa aku sama sekali tidak pernah akur dengannya. Aku juga tidak tau kenapa aku bisa merasakan hal seperti ini padanya, bukan pada orang lain." Auel diam sejenak. Dibiarkannya angin sepoi membelai wajahnya. "kau begitu mencintai orang itu?" tanya Aiko. "tentu saja" jawab Auel pelan. "kenapa kau tidak bilang saja padanya?"
"karena... Dia... Sudah jadi milik orang lain" Auel kembali menatap langit biru. "aku sebenarnya... Sudah lama ingin mengatakan itu padanya. Tapi, saat aku ingin bilang entah kenapa ujung-ujungnya kami selalu bertengkar. Dan, akhirnya ia sudah memilih orang lain... Huh, kasihan sekali ya, aku ini?" ucap Auel.
Aiko yang mendengar kata-kata Auel pun hanya bisa diam.
"iya... Tentu saja. Orang seperti Auel pasti punya orang yang amat dicintai. Kenapa aku berharap terlalu banyak?" ucap Aiko dalam hati.
"haha... Kenapa aku jadi kayak 'curhat' ke kamu ya!" ucap Auel. Ia bangkit dari tempat itu. "sudah siang. Aku antar kau pulang" ucap Auel. Aiko hanya mengangguk lalu mengikuti kata2 Auel. Aiko kembali dibonceng naik sepeda oleh Auel.
"terima kasih, ya" ucap Aiko saat sampai didepan rumahnya. "iya, no problms" ujar Auel sambil melihat sekeliling rumah Aiko. "mau masuk?" tanya Aiko. "akh, ga! Kapan-kapan aja. Oia, omonganku yang tadi itu... Tolong jangan kau beritahu pada Luna, ya?" ujar Auel. Aiko pun tersenyum. "tenang saja! Tidak akan kuberi tau pada Luna."
"Stellar, Shinn, dan Sting juga tidak akan kuberi tau!" ujar Aiko lagi begitu melihat wajah Auel yang khawatir. Auel pun trsenyum, "thx..."
"oia, Aiko satu lagi. Waktu kau bilang "setiap orang pasti punya orang yang dicintai" aku tau, saat ini kau punya seseorang yang amat kau cintai. Aku cuma mau bilang bahwa orang yang kamu cintai itu pasti sangat beruntung". Aiko terdiam mendengar ucapan Auel.
"ok! See u..." ucap Auel lalu pergi dari tempat itu. Aiko pun menatap sosok Auel yang makin lama makin jauh.
"orang yang kamu cintai itu pasti sangat beruntung"
ucapan Auel yang tadi masih terngiang ditelinga Aiko. Orang yang beruntung? Bagaimana Auel bisa mengatakan hal itu, kalau yang sebenarnya orang yang Aiko cintai itu adalah AUEL!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thx vo visiting my blog ne...^^