Minggu, 17 Mei 2009

Chapt 9-Part 4

Sunyi lagi.
Hingga,semenit kemudian.
"heii..." panggil Luna dan Auel berbarengan.
Mereka berdua pun saling menoleh.
"kau memanggilku?" ucap mereka lagi. Kali ini juga disaat yang sama.
Auel dan Luna diam dan langsung membuang muka saat sadar bahwa mereka telah mengucapkan hal yang sama dalam waktu pula.
"kau... mau bicara sesuatu?" tanya Luna pelan.
"tidak. Kau saja duluan" jawab Auel.
Luna pun menoleh saat Auel menjawab pertanyaannya. "baiklah..." ujar Luna. "apa yang Aidou katakan padamu waktu itu?" tanya Luna kemudian.
Auel yang mendengar pertanyaan Luna pun menoleh padanya. Dilihatnya, wajah Luna yang terlihat amat penasaran. Dan, memang benar. Sebenarnya Luna amat penasaran dengan kata-kata Aidou waktu Auel adu basket dengannya. Dan, saat ini ia ingin sekali mengetahui yang sebenarnya dari Auel dan ia berharap agar Auel bisa memberitahunya.
"kau bisa memberitahuku?" tanya Luna. Nada bicaranya terdengar sangat berharap. Auel diam sejenak. Tidak ada satupun niat dibenaknya untuk menjawab pertanyaan gadis berambut merah menyala itu. Karena, sebenarnya dia sendiri juga tidak ingin mengingat kata-kata Aidou. Lagipula...
"heii... Apa sebenarnya hubunganmu dengan Aidou?" tanya Auel kemudian.
Luna sedikit tersentak saat mendengar pertanyaan Auel. "heh? Kenapa tiba-tiba kau bertanya begitu?" Luna balik bertanya.
"tidak apa-apa. Hanya bertanya. Ayo jawab!" ujar Auel.
"lalu bagaimana dengan pertanyaanku tadi??!" Luna mengelak.
"Sudah!!! Jawab saja!!!" Auel tampak memaksa agar segera Luna menjawab pertanyaannya.
"iya, iya, baiklah..." Luna tampak mengalah. "Aidou... Dia cuma teman dekatku itu saja" jawab Luna.
Auel tersentak saat mendengar jawaban Luna. "bukannya Aidou itu pacarmu?"
"pacar? Yang benar saja. Kenapa kau berpikir seperti itu?" Luna menjawab sekenanya.
Auel diam mendengar jawaban Luna. Dan entah mengapa, saat itu ia merasa seperti orang bodoh saja. Menuruti kata-kata Aidou untuk menjauhi Luna. Padahal, ternyata Aidou tidak punya hubungan khusus dengan Luna.
"brengsek!" gumam Auel sambil mengepalkan tangannya.
Ia kemudian bangkit lalu berjalan menuju kelasnya. Meninggalkan Luna yang tengah berteriak menagih jawaban darinya.

===>>>

Suara gaduh terdengar dari dalam ruang kelas Luna. Para siswa sibuk kembali ketempat duduknya masing-masing karena sensei tengah berjalan menuju ruang kelas.
Tak lama kemudian sensei pun masuk kedalam kelas. Ia menatap seluruh siswanya satu per satu sebelum ia bicara. Namun, saat sensei baru mau mulai berbicara, tiba-tiba
BRAKK!!!
Auel membuka pintu ruang kelas yang ada didepan dengan keras. Kontan sensei dan seluruh siswa yang ada diruangan menoleh padanya.
Dan tanpa mengucapkan permisi ataupun menghiraukan keberadaan sensei dan tatapan mata seluruh kelas, Auel melangkah menuju kursi Aidou yang ada dipojok ruangan.
"ada urusan denganku?" tanya Aidou enteng saat Auel datang menghampirinya.
"ya! Aku mau kita tanding ulang!" jawab Auel.
"HEIII!!! KALIAN BERDUA!!! APA YANG KALIAN LAKUKAN?!" sensei membentak kearah Auel dan Aidou.
"INI MASIH JAM PELAJARAN!!! DAN KAU, NEIDER..."
"SHUT UP!!!"
kata-kata sensei terputus saat Auel balas membentak sambil menunjuk kearah sensei.
Sensei pun bungkam.
Seluruh siswa(dikurangi Auel, Luna, dan Aidou) dibuat melongo oleh Auel.
"aku tau sebenarnya kalian tidak punya hubungan apa-pun" ucap Auel.
Aidou menatap mata Auel sejenak sebelum akhirnya berkata, "baiklah"
"tapi kalau kali ini kau kalah lagi, jangan salahkan aku."
"kali ini, aku tidak akan kalah" jawab Auel. Nada suaranya terdengar amat yakin.
Mereka berdua pun keluar dari ruang kelas melangkah menuju lapangan basket. Langkah mereka berdua pun diikuti oleh para siswa yang lain. Sedangkan, sensei hanya bisa diam melihat para siswanya berhamburan keluar kelas.

===>>>

"dasar menyebalkan!!!" pekik Luna kesal. "dasar! Pria tidak bertanggung jawab! Kenapa dia meninggalkanku sendirian! Padahal dia belum jawab pertanyaanku kenapa main pergi saja! Dasar!"
Sudah 5 kali dia menggerutu seperti itu. Luna kesal sekali karena pertanyaannya tadi sama sekali tak dianggap oleh Auel.
Luna menghentakan kakinya kelantai sebagai pelampiasan kekesalannya.
"Luna... Lunaa....!!!" Stellar memanggil Luna sambil berlari disepanjang koridoor. Luna pun menoleh. "Stellar... ada apa?" tanya Luna saat melihat sahabatnya itu berlari tergesa-gesa kearahnya.
"itu... Dilapangan baske... Auel... Aidou... Mereka...." Stellar tergagap menjawab pertanyaan Luna. Namun, Luna sama sekali tidak mengerti apa yang ingin Stellar katakan.
Melihat itu, Stellar pun menarik sahabatnya itu dan menuntunnya berlari ke lapangan basket.

===>>>

"dua lawan dua! Yang lebih dulu memasukkan 10 bola kedalam ring dia yang menang!" seru Shinn yang saat itu menjadi wasit. "kalian siap?"
"siap" ujar Aidou.
"kapanpun" balas Auel.
Shinn pun dengan sigap melempar bola basket keudara. Mata Auel dan Aidou pun saat itu saling beradu pandang sejenak lalu melompat untuk menangkap bola itu.
***
-karena mungkin terpotong, lanjut keposting berikutnya-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thx vo visiting my blog ne...^^