Haaaah.... Akhirnya bisa posting fic saia lagi. Setelah sekian lama berkutat dengan pelajaran sekolah, Tryout yang tiada henti, juga adanya PM(DAMN!!! Its make me so crazy!!! Grr...!!!)
T.T
gomenasai buat semuuanya.....
Oia, sebelum update saia mau ngasih tau dulu. Dalam chapt ini, saia dahului dengan flashback dari beberapa chapt terdahulu. Selain itu flashbacknya juga cuma kata-kata para tokoh yang bisa dibilang jadi kunci jalannya cerita ini.
Jadi... Mudah2an pada nyambung ya dan gak pada bingung^^
oia, mungkin ada beberapa kalimat yang berubah dari chapt aslinya. Hehehe....
Gomenasai juga sebelumnya ^^a
Ok! Deh langsung aja, Here we go!
MR. Ghost~Chapt 9(flashback)
~flashback~
"Im your Mr. Ghost...."
"kau.... Tuan Hantu...???"
"siapa pria itu?"
"ke... kenapa kau tiba2 bertanya seperti itu?"
"namaku Tokihisa Aidou, salam kenal"
"kau... kau kan???!"
"sebenarnya aku dan Luna adalah sepasang kekasih"
"sebenarnya aku ini hantu sungguhan lho!"
"heh???! Ti... Tidak mungkin..."
"sebenarnya hubunganku dengan Auel memang seperti itu... Ssst... Jangan bilang2 pada Shinn ya"
"ja... jadi benar... Yang tadi itu?!"
"heii... What are u doing here?"
"....jangan dekati Luna lagi..."
"its a beautiful place!"
"jadi siapa?"
"siapa, apanya?"
"orang yang kau cintai..."
"iya... seseorang..."
"kau begitu mencintainya???"
"tentu saja... Tapi... Dia sudah punya orang lain"
"huh, kasian sekali ya aku ini?!"
"iya... tentu saja... orang seperti Auel pasti punya seseorang yang ia cinta... Kenapa aku terlalu banyak berharap?"
"tolong jangan bilang apapun pada Luna ya"
"iya... takkan kuberitahu"
"...orang yang kau cintai itu... Pasti sangat beruntung..."
"gawat!!! aku terlambat!!!"
"hwaaa..... Ini semua gara-gara TN. HANTU!!!"
~~~~~flashback end~~~~~
Senin, 30 Maret 2009
Sabtu, 21 Maret 2009
MIROTIC(eng translate)-TVXQ
From the start, u were sweet and simply attracted to me
you'd stay always like that
you said when you first walked up to me
all the possibilities opened up
what is love? What!
Right now it is Red Ocean
Im breaking my rules again
you know its getting boring?
You do get hurt a little bit, its all right
you want me
you've fallen for me
you're crazy for me
you cant break out,
i got u~ under my skin
its nests in your head
the sharp stare
its not me, my unmoving chrome heart
this is your choice
flowing through your veins
running through you are
millions of my crystal
finally, the end of the transformation
This must be love?
With a single kiss
the day revitalizing a powerfull pull
the second kiss, it sent a blow
to your heart and it feels hot
i have you
you know you got it!
Come on!
I got you~ under my skin
in your dreams
i order you
under my magic spell
you want to do it again,
my devils ride, you know dont have a place to breathe
Lets have fun! now that I have u~ under my skin....
you'd stay always like that
you said when you first walked up to me
all the possibilities opened up
what is love? What!
Right now it is Red Ocean
Im breaking my rules again
you know its getting boring?
You do get hurt a little bit, its all right
you want me
you've fallen for me
you're crazy for me
you cant break out,
i got u~ under my skin
its nests in your head
the sharp stare
its not me, my unmoving chrome heart
this is your choice
flowing through your veins
running through you are
millions of my crystal
finally, the end of the transformation
This must be love?
With a single kiss
the day revitalizing a powerfull pull
the second kiss, it sent a blow
to your heart and it feels hot
i have you
you know you got it!
Come on!
I got you~ under my skin
in your dreams
i order you
under my magic spell
you want to do it again,
my devils ride, you know dont have a place to breathe
Lets have fun! now that I have u~ under my skin....
Selasa, 10 Maret 2009
Kapan... Bisa ketemu???
MR. Ghost Chapt 8~part 3
==========***==========Luna dan Auel melangkah pelan dikooridor kelasnya. Mereka sengaja memperlambat langkahnya agar tidak ketauan sensei yang pasti sudah ada didalam kelas kalau mereka terlambat masuk kelas.
Auel menoleh pada Luna sejenak lalu berkata, "kita lewat pintu belakang kelas saja agar tidak ketahuan sensei!" Luna pun hanya mengangguk begitu mendengar kata-kata Auel.
(Author : ehem... Sebelum lanjut ada yang mesti dijelasin dulu. Di academy tempat Luna dkk menuntut ilmu*bahasamu ndok... ndok... Xp* Setiap ruang kelas memiliki 2pintu. Pintu pertama ada di sisi depan*byasanya Sensei masuk lewat pintu yang didepan itu. Dan pintu yang kedua ada dibelakang kelas. Waduh... Mudah2an yang baca ngerti deh! Abis, Authornya ga pinter mendeskripsikan sesuatu. Xp*
Auel lalu membuka pintu kelas dengan sangat perlahan. Ia pun melongok kedalam kelas sambil mencari apakah sedang sensei ada dikelas. Namun, ia tidak melihat sensei. "sepertinya sensei tidak ada dikelas" bisik Auel pada Luna. "apa kita langsung masuk saja?"
"jangan!" cegah Luna. "lebih baik tanya seseorang didalam kelas saja!" Auel pun hanya mengangguk mendengar perintah Luna.
"biar aku tanya dulu pada Sting" ujar Auel.
Ia pun memanggil Sting. "pssst.... Sting.... Sting...." panggil Auel sambil berbisik pada Sting yang duduk dibangku pojok paling belakang. Sting yang merasa dipanggilpun menoleh kearah suara itu. Dilihatnya Auel dan Luna yang sedang berdiri mengendap-endap dipintu kelas. Sting pun menatap mereka dengan aneh.
Melihat Sting yang menoleh pun Auel tidak menyia-yia kan kesempatan itu. Ia langsung memberi isyarat yang berarti 'apa Sensei ada didalam?' pada Sting dengan matanya. Sting yang mengerti akan isyarat itu pun tersenyum lebar dan berbisik, "tidak ada! Sensei hari ini tidak datang!"
Auel yang mendengar jawaban Sting pun menoleh pada Luna. "Sting bilang sensei tidak ada" ujarnya. Luna pun memicingkan matanya pada Auel. "masa? Aku tidak percaya, coba tanyakan lagi" ujar Luna.
Auel pun kembali memberi isyarat pada Sting yang berarti, 'yang benar? Sensei tidak ada?'. Sting yang menerima isyarat itu pun menghembuskan nafas panjang lalu mencolek tubuh Shinn yang duduk didepannya. Shinn pun menoleh pada Sting, "ada apa?"
"itu..." Sting menunjuk kearah Auel dan Luna. Saat itu, Shinn pun mengerti apa yang dimaksud oleh Sting. Ia pun tersenyum pada Auel lalu berkata, "tenang saja! Sensei tidak ada! Jadi, kalian masuk saja!"
Auel kembali menoleh pada Luna. "bagaimana?" tanyanya. "ya sudah. Masuk saja" jawab Luna. Mereka pun masuk kedalam kelas dengan mengendap-endap. Satu langkah... Dua langkah... Tiga langkah... Mereka selamat masuk kedalam kelas. Namun, pada langkah keempat...
"EHEM....!!!" tiba-tiba terdengar suara orang berdehem dibelakang mereka. Auel dan Luna pun kaget setengah mati. Mereka lalu menoleh ke arah belakang. Dilihatnya sensei berdiri dibelakang mereka dengan wajah yang amat garang. Wajah Luna pun langsung berubah pucat seketika. "gawat... Habislah sudah..." pikir Luna. Saat itu Sting dan Shinn asyik ber-tos ria sambil bersorak, "yeee... Kita berhasil!!!"
mendengar sorakan kegembiraan itu pun Luna langsung memasang tatapan membunuh kearah Shinn dan Sting. "hii... Sensei! Whats up?!" ujar Auel dengan tanpa beban. Luna pun langsung menyenggol lengan Auel dengan sikunya. "apa yang kau lakukan?" tanya Luna gemas. "ya... Aku hanya menyapa sensei... Tidak salah kan?" jawab Auel. "ini bukan saatnya untuk menyapa!!!" ujar Luna lagi.
"kalian berdua ikut aku!" perintah Sensei pada Auel dan Luna. Luna menatap wajah sensei yang sedang marah saat itu dan merasakan bahwa akan terjadi hal buruk saat itu.
TO BE CONTINUED~~~
Auel menoleh pada Luna sejenak lalu berkata, "kita lewat pintu belakang kelas saja agar tidak ketahuan sensei!" Luna pun hanya mengangguk begitu mendengar kata-kata Auel.
(Author : ehem... Sebelum lanjut ada yang mesti dijelasin dulu. Di academy tempat Luna dkk menuntut ilmu*bahasamu ndok... ndok... Xp* Setiap ruang kelas memiliki 2pintu. Pintu pertama ada di sisi depan*byasanya Sensei masuk lewat pintu yang didepan itu. Dan pintu yang kedua ada dibelakang kelas. Waduh... Mudah2an yang baca ngerti deh! Abis, Authornya ga pinter mendeskripsikan sesuatu. Xp*
Auel lalu membuka pintu kelas dengan sangat perlahan. Ia pun melongok kedalam kelas sambil mencari apakah sedang sensei ada dikelas. Namun, ia tidak melihat sensei. "sepertinya sensei tidak ada dikelas" bisik Auel pada Luna. "apa kita langsung masuk saja?"
"jangan!" cegah Luna. "lebih baik tanya seseorang didalam kelas saja!" Auel pun hanya mengangguk mendengar perintah Luna.
"biar aku tanya dulu pada Sting" ujar Auel.
Ia pun memanggil Sting. "pssst.... Sting.... Sting...." panggil Auel sambil berbisik pada Sting yang duduk dibangku pojok paling belakang. Sting yang merasa dipanggilpun menoleh kearah suara itu. Dilihatnya Auel dan Luna yang sedang berdiri mengendap-endap dipintu kelas. Sting pun menatap mereka dengan aneh.
Melihat Sting yang menoleh pun Auel tidak menyia-yia kan kesempatan itu. Ia langsung memberi isyarat yang berarti 'apa Sensei ada didalam?' pada Sting dengan matanya. Sting yang mengerti akan isyarat itu pun tersenyum lebar dan berbisik, "tidak ada! Sensei hari ini tidak datang!"
Auel yang mendengar jawaban Sting pun menoleh pada Luna. "Sting bilang sensei tidak ada" ujarnya. Luna pun memicingkan matanya pada Auel. "masa? Aku tidak percaya, coba tanyakan lagi" ujar Luna.
Auel pun kembali memberi isyarat pada Sting yang berarti, 'yang benar? Sensei tidak ada?'. Sting yang menerima isyarat itu pun menghembuskan nafas panjang lalu mencolek tubuh Shinn yang duduk didepannya. Shinn pun menoleh pada Sting, "ada apa?"
"itu..." Sting menunjuk kearah Auel dan Luna. Saat itu, Shinn pun mengerti apa yang dimaksud oleh Sting. Ia pun tersenyum pada Auel lalu berkata, "tenang saja! Sensei tidak ada! Jadi, kalian masuk saja!"
Auel kembali menoleh pada Luna. "bagaimana?" tanyanya. "ya sudah. Masuk saja" jawab Luna. Mereka pun masuk kedalam kelas dengan mengendap-endap. Satu langkah... Dua langkah... Tiga langkah... Mereka selamat masuk kedalam kelas. Namun, pada langkah keempat...
"EHEM....!!!" tiba-tiba terdengar suara orang berdehem dibelakang mereka. Auel dan Luna pun kaget setengah mati. Mereka lalu menoleh ke arah belakang. Dilihatnya sensei berdiri dibelakang mereka dengan wajah yang amat garang. Wajah Luna pun langsung berubah pucat seketika. "gawat... Habislah sudah..." pikir Luna. Saat itu Sting dan Shinn asyik ber-tos ria sambil bersorak, "yeee... Kita berhasil!!!"
mendengar sorakan kegembiraan itu pun Luna langsung memasang tatapan membunuh kearah Shinn dan Sting. "hii... Sensei! Whats up?!" ujar Auel dengan tanpa beban. Luna pun langsung menyenggol lengan Auel dengan sikunya. "apa yang kau lakukan?" tanya Luna gemas. "ya... Aku hanya menyapa sensei... Tidak salah kan?" jawab Auel. "ini bukan saatnya untuk menyapa!!!" ujar Luna lagi.
"kalian berdua ikut aku!" perintah Sensei pada Auel dan Luna. Luna menatap wajah sensei yang sedang marah saat itu dan merasakan bahwa akan terjadi hal buruk saat itu.
TO BE CONTINUED~~~
Senin, 09 Maret 2009
MR. Ghost Chapt 8~part 2
==========***==========
Luna berlari sekencang-kencangnya menuju sekolah. "aku terlambat!!!" pekiknya sambil berlari. Ia terus berlari secepat yang ia bisa, berharap ia tidak akan terlambat. "kalau aku sampai terlambat, ini semua gara-gara tn. Hantu!!!" ujarnya dalam hati. Iya, bagaimana tidak? Kalau Aidou tidak mengejutkan Luna dengan tertidur disampingnya, ia tentu tidak akan kaget. Tidak perlu jatuh dari tempat tidur, tidak perlu bertengkar, dan tidak perlu terlambat! Tapi, sekarang apa yang mau Luna perbuat? Yang lalu biarlah berlalu. Luna kini hanya dapat berharap ada keajaiban yang dapat menyelamatkannya dan tidak akan membuat harinya makin buruk.
"benar-benar terlambat...." ujar Luna begitu sampai disekolahnya. Dilihatnya pintu gerbang sekolahnya yang super tinggi telah tertutup rapat. Luna pun harus menelan ludah dalam-dalam karena permohonannya supaya tidak terlambat sama sekali tidak terkabul.
"bagaimana ini..." keluh Luna dalam hati. Saat Luna sedang termenung karena tidak bisa masuk ke dalam sekolahnya. Tiba-tiba terdengar suara orang yang sedang berlari menuju kearahnya. Luna tersentak, lalu menoleh. Dilihatnya seorang pemuda yang sepertinya satu sekolah dengannya sedang berlari kearahnya. Luna memicingkan matanya, penasaran siapa sosok yang tengah berlari itu. Makin lama sosok itu makin dekat dan sampai akhirnya Luna dapat melihat orang itu. Pemuda dengan rambut biru langit itu...
"Auel..." ucap Luna pendek saat Auel sampai dihadapannya. Luna memutar bola matanya sejenak, "bagus, apa bisa hari ini jadi lebih buruk lagi?" ucap Luna dalam hati. "Lun... Kau... Terlambat... Juga?" tanya Auel ditengah napasnya yang terengah-engah karena berlari tadi. "kau bisa lihat sendiri, kan?!" jawab Luna datar sambil membuang muka.
Auel menatap pintu gerbang yang telah tertutup. "sepertinya kita sudah terlambat sekali." ujarnya. Luna hanya diam tak menanggapi. "baiklah aku duluan ya!" ujar Auel pada Luna. Luna pun menoleh. Dilihatnya Auel tengah memanjat pagar sekolahnya. "apa yang kau lakukan?!" pekik Luna.
"ya manjat. Emangnya mau ngapain lagi? Kamu juga, lebih baik panjat aja pagernya." ujar Auel yang telah sampai diseberang pagar. "huh, untuk apa aku panjat pagar?" jawab Luna.
"kalau kau tidak mau masuk kelas juga ga apa-apa sih. Ya udah aku duluan" ujar Auel sambil beranjak dari tempat itu.
"tu... tu... tunggu dulu!" cegah Luna. Auelpun menghentikan langkahnya. "ba... baiklah... Aku akan panjat pagar ini. Tapi kau tunggu aku! Kita sama-sama ke kelas!" ujar Luna segan.
Secercah senyum tergambar diwajah Auel saat Luna mengatakan itu. "baiklah. Ayo, cepat naik" ujar Auel.
Perlahan Luna memanjat pagar itu. Saat Luna hampir sampai diseberang pagar itu. Tiba-tiba kaki Luna terpeleset, "gawat..." ujar Luna. Saat itu Luna hampir saja jatuh. Namun, untung saja Auel bisa menangkap tubuh Luna dengan sukses. "akh..." rintih Luna. Jantungnya berdebar sangat kencang karena ia kira saat itu ia akan jatuh terhempas ketanah.
"are u Okay?" tanya Auel dengan nada khawatir. Luna menatap Auel sejenak. Masih tersirat wajah ketakutan diraut wajah Luna. Lunapun terkejut saat ia menyadari bahwa kini ia telah berada digendongan Auel. Rupanya Auel tadi yang menyelamatkannya. "are u okay?" tanya Auel lagi. "ouh... Ya.... Im okay...." jawab Luna gagap sambil membuang muka dari Auel. Berharap bahwa Auel tidak melihat rona merah diwajahnya. "bisa kau turunkan aku sekarang?" ujar Luna. "sure..." Auel lalu menurunkan Luna dari gendongannya.
"sebaiknya kita cepat masuk kelas" ujar Auel pada Luna. Luna pun hanya mengangguk lalu berjalan dibelakang Auel.
Entah kenapa saat Luna menatap wajah Auel tadi dirasakannya gemuruh didadanya. Jantungnya berdetak lebih cepat daripada biasanya. "this is love?" pikir Luna dalam hati. Namun, Luna buru-buru menampiknya. "kenapa aku mikir kayak gini? Aku tidak boleh berpikir seperti itu, kan? Karena ada seseorang yang sangat mencintai Auel. Aiko... Iya, Aiko sangat mencintai Auel... Aku... tidak boleh merasakan hal ini padanya" ujar Luna dalam hati.
==========***==========
(nyambung kepart 3)
Luna berlari sekencang-kencangnya menuju sekolah. "aku terlambat!!!" pekiknya sambil berlari. Ia terus berlari secepat yang ia bisa, berharap ia tidak akan terlambat. "kalau aku sampai terlambat, ini semua gara-gara tn. Hantu!!!" ujarnya dalam hati. Iya, bagaimana tidak? Kalau Aidou tidak mengejutkan Luna dengan tertidur disampingnya, ia tentu tidak akan kaget. Tidak perlu jatuh dari tempat tidur, tidak perlu bertengkar, dan tidak perlu terlambat! Tapi, sekarang apa yang mau Luna perbuat? Yang lalu biarlah berlalu. Luna kini hanya dapat berharap ada keajaiban yang dapat menyelamatkannya dan tidak akan membuat harinya makin buruk.
"benar-benar terlambat...." ujar Luna begitu sampai disekolahnya. Dilihatnya pintu gerbang sekolahnya yang super tinggi telah tertutup rapat. Luna pun harus menelan ludah dalam-dalam karena permohonannya supaya tidak terlambat sama sekali tidak terkabul.
"bagaimana ini..." keluh Luna dalam hati. Saat Luna sedang termenung karena tidak bisa masuk ke dalam sekolahnya. Tiba-tiba terdengar suara orang yang sedang berlari menuju kearahnya. Luna tersentak, lalu menoleh. Dilihatnya seorang pemuda yang sepertinya satu sekolah dengannya sedang berlari kearahnya. Luna memicingkan matanya, penasaran siapa sosok yang tengah berlari itu. Makin lama sosok itu makin dekat dan sampai akhirnya Luna dapat melihat orang itu. Pemuda dengan rambut biru langit itu...
"Auel..." ucap Luna pendek saat Auel sampai dihadapannya. Luna memutar bola matanya sejenak, "bagus, apa bisa hari ini jadi lebih buruk lagi?" ucap Luna dalam hati. "Lun... Kau... Terlambat... Juga?" tanya Auel ditengah napasnya yang terengah-engah karena berlari tadi. "kau bisa lihat sendiri, kan?!" jawab Luna datar sambil membuang muka.
Auel menatap pintu gerbang yang telah tertutup. "sepertinya kita sudah terlambat sekali." ujarnya. Luna hanya diam tak menanggapi. "baiklah aku duluan ya!" ujar Auel pada Luna. Luna pun menoleh. Dilihatnya Auel tengah memanjat pagar sekolahnya. "apa yang kau lakukan?!" pekik Luna.
"ya manjat. Emangnya mau ngapain lagi? Kamu juga, lebih baik panjat aja pagernya." ujar Auel yang telah sampai diseberang pagar. "huh, untuk apa aku panjat pagar?" jawab Luna.
"kalau kau tidak mau masuk kelas juga ga apa-apa sih. Ya udah aku duluan" ujar Auel sambil beranjak dari tempat itu.
"tu... tu... tunggu dulu!" cegah Luna. Auelpun menghentikan langkahnya. "ba... baiklah... Aku akan panjat pagar ini. Tapi kau tunggu aku! Kita sama-sama ke kelas!" ujar Luna segan.
Secercah senyum tergambar diwajah Auel saat Luna mengatakan itu. "baiklah. Ayo, cepat naik" ujar Auel.
Perlahan Luna memanjat pagar itu. Saat Luna hampir sampai diseberang pagar itu. Tiba-tiba kaki Luna terpeleset, "gawat..." ujar Luna. Saat itu Luna hampir saja jatuh. Namun, untung saja Auel bisa menangkap tubuh Luna dengan sukses. "akh..." rintih Luna. Jantungnya berdebar sangat kencang karena ia kira saat itu ia akan jatuh terhempas ketanah.
"are u Okay?" tanya Auel dengan nada khawatir. Luna menatap Auel sejenak. Masih tersirat wajah ketakutan diraut wajah Luna. Lunapun terkejut saat ia menyadari bahwa kini ia telah berada digendongan Auel. Rupanya Auel tadi yang menyelamatkannya. "are u okay?" tanya Auel lagi. "ouh... Ya.... Im okay...." jawab Luna gagap sambil membuang muka dari Auel. Berharap bahwa Auel tidak melihat rona merah diwajahnya. "bisa kau turunkan aku sekarang?" ujar Luna. "sure..." Auel lalu menurunkan Luna dari gendongannya.
"sebaiknya kita cepat masuk kelas" ujar Auel pada Luna. Luna pun hanya mengangguk lalu berjalan dibelakang Auel.
Entah kenapa saat Luna menatap wajah Auel tadi dirasakannya gemuruh didadanya. Jantungnya berdetak lebih cepat daripada biasanya. "this is love?" pikir Luna dalam hati. Namun, Luna buru-buru menampiknya. "kenapa aku mikir kayak gini? Aku tidak boleh berpikir seperti itu, kan? Karena ada seseorang yang sangat mencintai Auel. Aiko... Iya, Aiko sangat mencintai Auel... Aku... tidak boleh merasakan hal ini padanya" ujar Luna dalam hati.
==========***==========
(nyambung kepart 3)
Minggu, 01 Maret 2009
MR. Ghost Chapt~8
Fyuuh... Akhirnya... My first Try Out are over! Yeaaah.....! Hhahaha.... Lumayan lah nilainya... fufufu.... Dan... Bersamaan dengan itu... Saia telah menyelesaikan lanjutan fic saia nii. Hhmmm.... Tapi, please banget dicomment ya! Saia pengen banget dikasih kritik dan saran yang membangun biar fic saia ini bisa berkembang.
(kali aja bisa dijadiin novel gituh! Wkwkwk)
oia, mengenai chapter ini agak berbeda. Saia pengen banget ngasih hal lucu buat fic saia nii. Kenapa? Karena, yang namanya fanfic ya harus ada yang lucu2...(ga juga...)
hhmm... Semoga ga garing deh! Oia, sekali lagi fic saia kini pun bakal terbagi jadi beberapa bagian...
Harap maklum...
ok... Here we go!
MR. Ghost Chapt~8
Matahari mulai muncul diufur timur. Membangunkan semua makhluk yang tengah terlelap tidur dengan hangat sinarnya. Walau dengan munculnya sang surya itu menjadi pertanda bahwa para makhluk siang akan memulai harinya, Luna masih saja terlelap diatas ranjangnya yang nyaman. Luna baru membuka matanya saat hembusan angin pagi masuk kedalam kamarnya melalui kaca jendela yang terbuka dan membuatnya bergidik. Walau begitu, Luna enggan bangun dari tempat tidurnya dan malah menutupi tubuhnya dengan selimut.
PLEK!!! Tiba-tiba Luna merasa seseorang merangkul Luna dari belakang. Tapi, bagaimana mungkin seseorang dapat merangkul tubuhnya? Toh, ia belum beranjak dari tempat tidur. Luna pun menoleh kebelakang. Dilihatnya seorang pemuda berambut putih yang tak lain dan tak bukan adalah Aidou sedang tertidur lelap disampingnya. Luna kaget bukan main. Wajahnya berubah merah seketika saat melihat Aidou. "Hwaaaa.....!!!" pekik Luna sambil loncat dari tempat tidur. Namun, GUBRAK!!! Luna malah terjatuh dari tempat tidurnya. "aduh... Sakit..." rintihnya. "heii... Luna sedang apa kau disitu?" tanya Aidou saat melihat Luna yang sedang merintih dilantai kamarnya. Luna memicingkan matanya pada Aidou yang rupanya terbangun saat mendengar Luna memekik.
"Harusnya aku yang tanya begitu, kan?! Kenapa kau ada ditempat tidurku?" ujar Luna gemas. "aku disini ya tidur... Emangnya mau ngapain lagi?" jawab Aidou datar sambil mengucek-ucek matanya. "What?!" mulut Luna hampir terbuka saat mendengar jawaban yang keluar dari mulut Aidou. "yang benar saja!" Luna melempar bantal yang ada didekatnya dan mendarat dengan sukses diwajah Aidou. "kau ini kenapa sih! Aku ini kesini cuma numpang tidur! Kenapa malah dilempar bantal?!" ujar Aidou kesal. "kau itu yang kenapa?! Seenaknya saja masuk kamar perempuan! Lagipula sejak kapan kau masuk?!" ujar Luna gemas. "akh... Aku udah ada disini sejak semalam! Masa kau tidak sadar?" timpal Aidou. Luna tertegun sejenak mendengar jawaban Aidou. "sejak semalam..." sedetik kemudian Luna berteriak keras, "kyaaa.... Jadi, semalaman kau tidur bersamaku?!"
"itu benar!" jawab Aidou enteng sambil cengengesan.
"ja... Ja.... Jangan-jangan..... Kau...." ucap Luna terbata-bata.
"tenang saja! Aku ga ngapa-ngapain kok!" ujar Aidou. "aku kan bukan pria yang pikirannya selalu lari kearah situ".
"syukur kalo gitu!" jawab Luna lega. "eh? Tapi tunggu dulu! Kau ini kan hantu. Tapi, kenapa kau tidur disini?" tanya Luna kemudian.
"akh, kau ini. Apa karena aku ini hantu makanya kamu pikir aku ini harus tidur dikuburan gitu?!" Aidou menjawab pertanyaan Luna dengan ketus. "harusnya memang seperti itu, kan?" ujar Luna seakan memojokkan Aidou. "akh, kau ini! Kenapa jadi memojokkanku seperti itu?" protes Aidou. "aku tidak memojokkan. Hanya kau saja yang merasa terpojok..." jawab Luna enteng. Aidou hanya menatap Luna dengan tatapan kesal. "lagipula kau ini kan hantu" sambung Luna. "kalau kau hantu, kenapa kau butuh tidur?"
"bukannya aku sudah bilang padamu kalau..." kata-kata Aidou terputus karena Luna memotong pembicaraannya. "ya... ya... Kau bilang kalau kau adalah hantu. Kau menampakkan diri dan menyamar jadi siswa baru disekolahku karena ada satu MISI! Tapi itu bukan alasan untuk masuk kedalam kamarku, kan?!" Luna memasang wajah cemberut pada Aidou.
"justru karena itu aku numpang tidur disini! Karena sekarang wujudku sebagai manusia, jadi sekang aku bisa merasakan semua yang bisa manusia rasakan" jelas Aidou. "karena sekarang wujudku manusia, aku jadi bisa merasakan lapar, haus, juga kantuk"
"kalau begitu kenapa kau malah datang kesini?!" Luna makin merasa gemas.
"memang aku harus kemana lagi? Harus kerumah keluargaku? Yang ada mereka malah kabur karena ngeliat aku yang harusnya udah jadi hantu tapi malah muncul dihadapan mereka." Jawab Aidou panjang lebar yang membuat Luna diam.
"akh... Ngomong-ngomong apa kamu ga berangkat sekolah?" Aidou tampak mengalihkan pembicaraan. "liat tuh udah siang banget!" ujar Aidou lagi sambil menunjuk keluar jendela kamar.
Luna menoleh keluar jendela sejenak. Dilihatnya matahari telah bersinar terang diluar. "gawat..." bisik Luna. "AKU TERLAMBAT!!!!"
====(nyambung kepart 2)====
(kali aja bisa dijadiin novel gituh! Wkwkwk)
oia, mengenai chapter ini agak berbeda. Saia pengen banget ngasih hal lucu buat fic saia nii. Kenapa? Karena, yang namanya fanfic ya harus ada yang lucu2...(ga juga...)
hhmm... Semoga ga garing deh! Oia, sekali lagi fic saia kini pun bakal terbagi jadi beberapa bagian...
Harap maklum...
ok... Here we go!
MR. Ghost Chapt~8
Matahari mulai muncul diufur timur. Membangunkan semua makhluk yang tengah terlelap tidur dengan hangat sinarnya. Walau dengan munculnya sang surya itu menjadi pertanda bahwa para makhluk siang akan memulai harinya, Luna masih saja terlelap diatas ranjangnya yang nyaman. Luna baru membuka matanya saat hembusan angin pagi masuk kedalam kamarnya melalui kaca jendela yang terbuka dan membuatnya bergidik. Walau begitu, Luna enggan bangun dari tempat tidurnya dan malah menutupi tubuhnya dengan selimut.
PLEK!!! Tiba-tiba Luna merasa seseorang merangkul Luna dari belakang. Tapi, bagaimana mungkin seseorang dapat merangkul tubuhnya? Toh, ia belum beranjak dari tempat tidur. Luna pun menoleh kebelakang. Dilihatnya seorang pemuda berambut putih yang tak lain dan tak bukan adalah Aidou sedang tertidur lelap disampingnya. Luna kaget bukan main. Wajahnya berubah merah seketika saat melihat Aidou. "Hwaaaa.....!!!" pekik Luna sambil loncat dari tempat tidur. Namun, GUBRAK!!! Luna malah terjatuh dari tempat tidurnya. "aduh... Sakit..." rintihnya. "heii... Luna sedang apa kau disitu?" tanya Aidou saat melihat Luna yang sedang merintih dilantai kamarnya. Luna memicingkan matanya pada Aidou yang rupanya terbangun saat mendengar Luna memekik.
"Harusnya aku yang tanya begitu, kan?! Kenapa kau ada ditempat tidurku?" ujar Luna gemas. "aku disini ya tidur... Emangnya mau ngapain lagi?" jawab Aidou datar sambil mengucek-ucek matanya. "What?!" mulut Luna hampir terbuka saat mendengar jawaban yang keluar dari mulut Aidou. "yang benar saja!" Luna melempar bantal yang ada didekatnya dan mendarat dengan sukses diwajah Aidou. "kau ini kenapa sih! Aku ini kesini cuma numpang tidur! Kenapa malah dilempar bantal?!" ujar Aidou kesal. "kau itu yang kenapa?! Seenaknya saja masuk kamar perempuan! Lagipula sejak kapan kau masuk?!" ujar Luna gemas. "akh... Aku udah ada disini sejak semalam! Masa kau tidak sadar?" timpal Aidou. Luna tertegun sejenak mendengar jawaban Aidou. "sejak semalam..." sedetik kemudian Luna berteriak keras, "kyaaa.... Jadi, semalaman kau tidur bersamaku?!"
"itu benar!" jawab Aidou enteng sambil cengengesan.
"ja... Ja.... Jangan-jangan..... Kau...." ucap Luna terbata-bata.
"tenang saja! Aku ga ngapa-ngapain kok!" ujar Aidou. "aku kan bukan pria yang pikirannya selalu lari kearah situ".
"syukur kalo gitu!" jawab Luna lega. "eh? Tapi tunggu dulu! Kau ini kan hantu. Tapi, kenapa kau tidur disini?" tanya Luna kemudian.
"akh, kau ini. Apa karena aku ini hantu makanya kamu pikir aku ini harus tidur dikuburan gitu?!" Aidou menjawab pertanyaan Luna dengan ketus. "harusnya memang seperti itu, kan?" ujar Luna seakan memojokkan Aidou. "akh, kau ini! Kenapa jadi memojokkanku seperti itu?" protes Aidou. "aku tidak memojokkan. Hanya kau saja yang merasa terpojok..." jawab Luna enteng. Aidou hanya menatap Luna dengan tatapan kesal. "lagipula kau ini kan hantu" sambung Luna. "kalau kau hantu, kenapa kau butuh tidur?"
"bukannya aku sudah bilang padamu kalau..." kata-kata Aidou terputus karena Luna memotong pembicaraannya. "ya... ya... Kau bilang kalau kau adalah hantu. Kau menampakkan diri dan menyamar jadi siswa baru disekolahku karena ada satu MISI! Tapi itu bukan alasan untuk masuk kedalam kamarku, kan?!" Luna memasang wajah cemberut pada Aidou.
"justru karena itu aku numpang tidur disini! Karena sekarang wujudku sebagai manusia, jadi sekang aku bisa merasakan semua yang bisa manusia rasakan" jelas Aidou. "karena sekarang wujudku manusia, aku jadi bisa merasakan lapar, haus, juga kantuk"
"kalau begitu kenapa kau malah datang kesini?!" Luna makin merasa gemas.
"memang aku harus kemana lagi? Harus kerumah keluargaku? Yang ada mereka malah kabur karena ngeliat aku yang harusnya udah jadi hantu tapi malah muncul dihadapan mereka." Jawab Aidou panjang lebar yang membuat Luna diam.
"akh... Ngomong-ngomong apa kamu ga berangkat sekolah?" Aidou tampak mengalihkan pembicaraan. "liat tuh udah siang banget!" ujar Aidou lagi sambil menunjuk keluar jendela kamar.
Luna menoleh keluar jendela sejenak. Dilihatnya matahari telah bersinar terang diluar. "gawat..." bisik Luna. "AKU TERLAMBAT!!!!"
====(nyambung kepart 2)====
Langganan:
Komentar (Atom)






